Postingan

Penerapan Standar Pelayanan Elektromedik dalam Kerangka Regulasi Kesehatan Nasional: Kajian Mendalam atas Permenkes Nomor 65 Tahun 2016

Di susun oleh: Basmah Nur Amani Penerapan Standar Pelayanan Elektromedik dalam Kerangka Regulasi Kesehatan Nasional: Kajian Mendalam atas Permenkes Nomor 65 Tahun 2016 Transformasi sistem kesehatan nasional tidak terlepas dari perkembangan pesat teknologi kedokteran yang didorong oleh globalisasi dan digitalisasi. Salah satu aspek vital dari transformasi ini adalah integrasi peralatan elektromedik dalam seluruh lini pelayanan kesehatan. Mulai dari deteksi dini penyakit, diagnosis, terapi, hingga rehabilitasi medis, semua sangat bergantung pada keberadaan dan keandalan alat elektromedik.  Namun, meningkatnya ketergantungan terhadap alat elektromedik juga menyiratkan meningkatnya tanggung jawab profesional dan etis dalam pengelolaannya. Dalam praktiknya, masih banyak fasilitas kesehatan di Indonesia yang menghadapi kendala seperti ketidakteraturan dalam pemeliharaan alat, ketiadaan standar pengujian, serta keterbatasan tenaga elektromedis profesional.  Melihat kondisi tersebut, ...

Urgensi dan Implementasi Permenkes Nomor 45 Tahun 2015 dalam Menjamin Mutu Praktik Elektromedis di Indonesia

Di susun oleh: Basmah Nur Amani Urgensi dan Implementasi Permenkes Nomor 45 Tahun 2015 dalam Menjamin Mutu Praktik Elektromedis di Indonesia Peran tenaga elektromedis semakin krusial seiring berkembangnya teknologi dalam pelayanan kesehatan. Untuk menjamin mutu, legalitas, dan akuntabilitas praktik tenaga elektromedis, pemerintah mengeluarkan Permenkes Nomor 45 Tahun 2015. Artikel ini membahas secara mendalam ruang lingkup regulasi tersebut, sistem perizinan, hak dan kewajiban tenaga elektromedis, serta urgensi pembinaan dan pengawasan dalam praktiknya. Ditambahkan pula sejumlah literatur akademik sebagai penguat analisis. Pendahuluan  Tenaga elektromedis merupakan bagian dari tenaga kesehatan yang bertanggung jawab terhadap kelayakan, keamanan, dan mutu alat kesehatan berbasis listrik. Perkembangan teknologi medis menuntut kompetensi tinggi dalam bidang ini, termasuk pemeliharaan, kalibrasi, dan kajian teknis alat kesehatan (Suyatna, 2018). Permenkes Nomor 45 Tahun 2015 me...

Mengenal Prosedur, Tujuan, dan Efek samping 4 Jenis Terapi: Okupasi, Fisioterapi, Akupuntur, dan Terapi Wicara

Gambar
  Di susun oleh: Basmah Nur Amani Mengenal Prosedur, Tujuan, dan Efek samping 4 Jenis Terapi: Okupasi, Fisioterapi, Akupuntur, dan Terapi Wicara Kesehatan merupakan aset berharga yang membutuhkan perhatian khusus, terutama ketika menghadapi kondisi tertentu yang memengaruhi fungsi tubuh. Beragam jenis terapi kini tersedia untuk membantu individu pulih dari cedera, meningkatkan kemampuan fisik, atau mengatasi gangguan tertentu. Di antara berbagai metode yang ada, terapi okupasi, fisioterapi, akupuntur, dan terapi wicara menjadi pilihan populer yang menawarkan pendekatan berbeda sesuai kebutuhan pasien. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang prosedur, tujuan, dan efek samping dari masing-masing terapi tersebut. Dengan memahami informasi ini, Anda dapat memilih metode yang paling sesuai untuk mendukung pemulihan dan peningkatan kualitas hidup. Apa saja peran masing-masing terapi dalam dunia kesehatan? Mari kita eksplorasi bersama! Terapi Okupasi Apa Itu Terapi Okupasi...